Total Tayangan Halaman

Minggu, 11 Maret 2012

New Year Resolution

Berhubung ini udah bulan Maret, mungkin sedikit terlambat untuk buat resolusi tahun 2012. Tapi gak masalah selama kita niat dan fokus untuk mewujudkannya. Ini adalah beberapa resolusiku untuk tahun ini yang aku kutip dari beberapa artis terkenal.
     Leven Ramblin said she wants to take time to enjoy the year a little bit more, and do things that personally fulfill her. She did a lot of work this year that fulfilled her creatively, so taking more time for herself would be nice. Just like me. Aku ingin lebih menikmati tahun ini karena di tahun sebelumnya aku terlalu banyak khawatir dan lebih banyak bersedih daripada tersenyum. Tahun ini aku harus lebih bahagia dan juga melakukan hal-hal yang berguna untuk masa depanku.
     Jack T. Austin said he just want to keep doing the right thing and treat people right and make good decisions. What goes around comes around. Of course i will treat people right and also make a good decisions. Tahun lalu aku masih labil, jadi banyak keputusan yang tidak berguna yang aku buat hanya karena sedih dan frustasi.Tapi tahun ini aku akan bangkit dan membuat orang-orang di sekelilingku bangga.
     Kelly Osbourne said every year she have had a New Year's resolution, she haven’t stuck to it. For her it’s about staying positive and focusing on the now and not the past. You can’t change what happened — she tries to take a lesson learned and turn it into a positive. Walaupun aku sudah punya resolusi, tapi aku tidak akan berhenti hanya pada resolusi itu. Aku harus tetap berpikiran positif dan fokus pada apa yang terjadi saat ini, bukan masa lalu. Karena aku tidak dapat mengubah masa lalu, aku mencoba untuk mengambil pelajaran dari masa laluku. Walaupun sangat sulit untuk melupakan masa lalu itu.
     Jojo said to be her personal best...work harder than ever, and take the time to truly appreciate all her blessings. I'm absolutely agree with her. Aku harus jadi lebih baik lagi tahun ini. Harus belajar lebih keras lagi dan harus menghargai setiap karunia yang Allah udah kasih ke aku. Stop regret what i've done in the past, stay focus on the now and keep looking forward for my future.
     That's my resolution guys, do you have any? Come, share with me.

My Mom is My Hero

Ketika kecil, kita semua pasti punya pahlawan super yang selalu kita idolakan. Baik itu pahlawan yang ada di kartun ataupun yang ada di film-film. Bahkan mungkin sekarang kita masih mengidolakannya. Superman, Spiderman, Iron Man, Hulk, Wonder Woman, Captain America ataupun Cat Woman adalah sosok super hero yang sudah sering kali kita dengar namanya. Poster, action figure, komik, dan koleksi film dari tokoh-tokoh super hero itu masih ada di kamar kita kan? Begitu juga aku, sejak kecil pahlawan yang aku idolakan adalah Spiderman. Alasannya karena Spiderman lebih masuk akal ketimbang Superman. Setidaknya itu menurut aku. Kenyataan bahwa Superman bisa terbang dan tubuhnya kebal terhadap semua senjata yang buat Superman itu terlalu mengada-ada. Sedangkan Spiderman hanyalah manusia biasa yang terkena gigitan laba-laba sehingga dia memiliki jaring seperti laba-laba yang membuat dia bisa bergelantungan di gedung-gedung. Dan tentunya sebagai manusia biasa Spiderman juga bisa terluka.
    Dari penjelasan di atas kita bisa membuat paradigma bahwa yang dinamakan Super hero adalah seseorang dengan kemampuan super dan biasanya memakai seragam yang mencolok. Seseorang yang tugasnya membantu warga kota dari para penjahat dan menjaga keamanan kota tersebut. Dan tentunya mereka semua hanyalah tokoh fiksi yang dibuat oleh seorang manusia biasa. Mereka tidak nyata, tidak ada di sekitar kita dan tidak memiliki kehidupan normal seperti kita. Lalu, apakah sosok pahlawan itu harus memiliki ciri-ciri seperti yang ada di film atau di komik? Haruskah mereka memakai seragam dan haruskan mereka kebal terhadap senjata?  Menurut saya tidak. Pahlawan adalah seseorang yang selalu ada saat kita butuhkan. Seseorang yang selalu melindungi kita dari orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap kita dan seseorang yang melakukan semua hal tersebut tanpa pamrih.
    IBU. Sebuah kalimat yang hanya terdiri dari 3 kata namun memiliki berjuta-juta makna. Ketika kata tersebut diucapkan, banyak hal yang terlintas di benak kita. Mulai dari sosok perempuan yang melahirkan kita, menyusui dan merawat dari kecil hingga dewasa. Juga sosok perempuan yang mendidik kita, mengajari kita untuk makan dan minum, mengajari kita untuk berjalan dan berbicara, dan masih banyak lagi jasa ibu yang tidak dapat kita sebutkan satu persatu.
    Bagiku ibu lebih dari itu. Ibuku adalah sosok pelindung yang selalu sedia saat aku membutuhkannya. Sosok yang telah mengajarkanku banyak hal, mendukung semua yang aku lakukan dan tidak pernah menghakimiku ketika aku melakukan kesalahan. Ibuku akan membelaku walaupun seluruh dunia menentangku. Ibuku akan tetap berada disampingku ketika semua orang membenciku dan ibuku akan tetap memaafkanku walalupun aku melakukan kesalahan yang sangat besar. Ibuku juga tetap mendukungku ketika tidak satu orang pun di dunia ini percaya aku mampu melakukannya. Ibuku juga rela mengalah demi keegoisanku. Ibuku juga tetap percaya padaku walau aku telah berulang kali mengecewakannya. Begitu banyak hal yang telah beliau lakukan yang tidak akan mampu kubalas walau dengan berlian berharga miliaran juta rupiah.
    Tapi, apakah aku sudah pantas mengaku sebagai anaknya? Aku yang selalu mengecewakannya, perkataan dan perbuatanku yang terkadang menyakiti hatinya walaupun tanpa sengaja melakukannya. Ibuku yang telah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanku, terbangun dari tidurnya karena tangisku di tengah malam, merawatku hingga beliau tidak pernah merawat dirinya sendiri, dan bekerja keras hanya untuk menyekolahkanku. Lalu, apa yang sudah aku lakukan untuk membahagiakannya? Aku belum mampu melakukan apapun. Aku masih terus mengecewakannya, aku masih membuatnya sedih, aku belum mampu membuatnya tersenyum karena bangga kepadaku. Bangga karena telah melahirkanku dan bangga karena telah merawatku hingga saat ini.
    Aku berjanji akan melakukan segala yang aku mampu untuk membahagiakannya. Aku akan membuatnya bangga dengan segala yang aku bisa. Ibuku adalah pahlawanku yang tidak pernah lelah menolongku, tidak pernah lelah merawatku dan tidak mengharapkan balasan apapun atas semua yang telah dilakukannya. Terima kasih ibu karena sudah mendidikku hingga saat ini. Aku belum bisa memberikan apa-apa untuk membalas jasamu, tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia. Semuanya akan aku lakukan demi melihatmu tersenyum.

P.S : Untuk ibuku tercinta Nidhaul Hasanah Sitompul S.Pd