Selamat datang di part II dari cerita ini. hehehe. Kalau di part I aku banyak ngasi penjelasan tentang konsep MV maupun arti lagu MAMA, di part ini aku akan cerita tentang pelajaran apa yang bisa aku ambil dari kesalahpahaman aku ngartiin MV itu sebelumnya dan di part ini mungkin aku akan banyak ngomongin orang-orang yang ada di sekitar aku. Jadi, kalau anda gak yakin akan kuat ngebacanya, mending jangan diterusin deh. Cukup sampai di kalimat ini aja. Tapi aku ngarepinnya sih dibaca sampai habis.
Ada satu pelajaran yang bisa
diambil tentang aku yang salah kaprah ngartiin MV MAMA, aku gak boleh sotoy
tentang sesuatu yang sebenarnya aku gak terlalu paham. Ya contohnya kayak MV
MAMA ini, dengen pengetahuanku yang sangat sedikit tentang illuminati, aku uda
sok-sok nge-judge kalau ini boyband illuminati. Tapi beneran deh, ini jadi
semacam mental note buat aku dan mudah-mudahan bisa jadi pelajaran buat orang
banyak. Kalau kita gak tahu banyak tentang seseorang, jangan pernah judge orang
itu beginilah begitulah. Kata-kata don’t judge the book by it’s cover itu emang
bener banget. Sama halnya kalau kita lagi ada dalam sebuah diskusi. Kalau kita
gak tau apa yang lagi dibicarain atau gak terlalu ngerti sama materi yang lagi
dibahas, gak usah ikut-ikutan nyambung deh. Tujuannya apa coba? Mau nyari muka
?(yah ini mah nyepet orang namanya). Hahaha tapi kalau ada yang gak setuju
dengan pendapatku ini, it’s your problem not mine.
Julukan boyband illuminati ini
ternyata bukan cuma karena EXO make jubah dan melakukan semacam ritual
pemujaan gitu di MV MAMA. Tapi juga karena di MV itu ada simbol-simbol yang
mengarah ke illluminati. Contohnya pas adegan Kris yang ada di puncak sebuah
gedung dan disitu juga ada naganya, trus juga waktu Chanyeol ngeluarin
phoenixnya. Kata orang-orang sih naga dan phoenix itu termasuk simbol
illuminati. Tapi beneran deh aku baru tau tentang itu dan mungkin juga aku yang
salah ngartiin komentar orang ya. Dan setelah aku cari lagi referensi tentang
masalah naga dan phoenix itu, ternyata naga itu simbol Emperor di Cina, simbol
raja lah kalau bahasa gampangnya. Nah kalau phoenix itu simbol ratu di Korea.
Jadi melalui MV ini, SM coba ngejelasin kalo EXO-M itu diibaratkan raja dan
EXO-K itu diibaratkan ratu.
Ada juga nih yang nge-judge EXO
sebagai boyband illuminati dari teaser-teaser sebelum mereka debut. FYI,
sebelum debut EXO ngeluarin 23 teaser. Nah hampir di setiap teaser, selalu ada
gerhana. Gatau juga itu gerhana matahari atau gerhana bulan. Dan menurut
orang-orang, gerhana itu juga simbol illuminati. Aku makin ga ngerti deh. Atau
ada yang ngerti dan bersedia untuk menjelaskannya ke aku? Ya seperti biasa aku
coba cari penjelasan tentang hal ini. Kalau kita jelaskan secara ilmiah,
gerhana itu kan terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam posisi
sejajar atau gimanalah itu urutannya. Ternyata di Korea, matahari itu simbol
dari raja dan bulan itu simbol dari ratu. Di Korea juga, istana raja dan ratu
itu terpisah, jadi kalau raja dan ratu itu bertemu sesuatu yang sangat luar
biasa akan terjadi. Sama seperti gerhana tadi. Coba deh sambungin dengan konsep
dimana EXO-M sebagai raja dan EXO-K sebagai ratu. Ketika mereka bertemu atau
bisa dibilang tampil sebagai EXO, sesuatu yang sangat luar biasa akan terjadi.
Gerhana itu cuma sebagai perumpamaannya.
Setelah rasa penasaran tentang
lagu dan MV MAMA terpuaskan, aku jadi bener-bener suka lagunya, tapi yang versi
Korea ya. Waktu itu aku belum tahu kalau ternyata ada EXO-M juga. Nah ceritanya
aku tau EXO-M juga cukup unik. Karena aku uda suka banget sama lagu MAMA, aku
minta tolong sama temenku buat download–in lagunya. Dan ternyata lagu yang
terdownload itu versi Mandarinnya. Aku pikir ‘oh mungkin mereka emang ngeluarin
lagunya dalam dua bahasa’ (balik lagi nih sotoynya). Tapi setelah aku denger
berulang-ulang, kok suara penyanyinya beda ya. Karena penasaran lagi ya
akhirnya aku harus nyari info yang lebih mendetail lagi tentang grup ini.
Setelah itu aku baru tau kalau ada EXO-K dan EXO-M.
Ketertarikanku sama EXO bukan
cuma sebatas MV yang dibilang illuminati itu, tapi masih banyak alasan lain
yang buat aku rela di invasi sama 12 alien itu. Salah satunya karena ehem
mereka cakep-cakep banget. Dan yah anda
tahu siapa member pertama yang aku suka? Kai. Saat itu aku mikir ini cowok
manly banget. Ternyata Kai emang cocok jadi face of the group karena dia bisa
menarik perhatian orang banyak. Terbukti orang-orang yang familiar dengan EXO
pasti bilang ‘aku sukanya Kai’. Ya iyalah karena di MV dia yang paling sering
muncul. Nah setelah aku hafal dengan semua member EXO, bias aku jadi berubah
nih. Karena setelah aku pikir, kok makin lama Kai ini makin (maaf ya yang
biasnya kai maaf banget) ngebosenin. Dan berpalinglah aku ke Luhan. Sumpah ini
cowok uda hampir 23 tahun tapi mukanya kayak anak 15 tahun. Ya hubunganku
dengan Luhan berjalan cukup lama. Tapi sayangnya harus berakhir sama seperti
Kai karena yah aku udah nemu yang baru. Maaf ya Lulu. Hahahaha
Setelah dari EXO-K nyebrang ke
EXO-M, ternyata takdir menentukanku untuk balik ke EXO-K lagi. Dan member yang
beruntung itu adalah Park Chanyeol. Awalnya sih aku gak terlalu suka sama si
happy virus ini karena yah dia berisik banget ya ampun. Dengan suara seberat
itu kenapa dia masih suka teriak-teriak sih. Nah ini kejadian yang sering
banget terjadi sama aku. rasa gak suka aku itu ternyata gampang banget berubah
jadi rasa suka. Banyaklah contohnya. Kayak dulu aku pernah benci banget sama
satu cowok, tapi akhirnya aku jadi suka sama dia. Walaupun gak sempat jadian
(loh kok malah curhat). Tapi itu uda lama banget. Lama banget. Jadi kalau ada
yang ngerasa ini tentang dia, maaf ya sebaiknya anda kurangi rasa ge-er anda
itu. Dan jadilah aku suka sama si happy virus ini. Soalnya dia emang bisa
nyebarin virus bahagia dengan hanya ngeliat dia ketawa. Tapi sesuka-sukanya aku
sama Chanyeol, karena WE ARE ONE aku juga suka kok semua member EXO.
Well perubahan aku yang tiba-tiba
jadi suka KPOP ternyata diperhatiin sama temen-temenku. Aku juga bingung,
darimana mereka bisa tahu kalau aku suka banget sama EXO. Padahal aku gak
pernah memproklamirkan kalau aku uda jadi KPOPer. Menurut aku sih karena sifat
aku yang sedikit berubah. Selama ini mereka ngeliat sosok Jani yang cool (uhuk
uhuk), ga banyak omong trus tiba-tiba jadi kayak anak yang baru puber. Yah
mungkin juga karena mereka liat di setiap twitan aku yang mulai berubah
pembahasannya. Dan anda tahu apa yang mereka lakukan setelah tahu kalau aku
sekarang adalah KPOPer? Aku di bully terus-terusan. Haaha lebay. Enggak kok,
enggak terus-terusan maksudnya. Tapi yah mereka selalu bilang ‘tobatlah jen’.
Apa coba yang harus ditobatkan? Emang aku uda jadi orang kafir? Astaghfirullah. Lagian mereka gak tau sih apa pendapat psikolog tentang orang-orang yang attached ke KPOP. Nih aku kasi hasil penelitiannya.
Tapi aku mikir positif aja,
mereka ngelakuin itu karena mereka takut aku jadi over fangirling-nya, terus
lupa deh sama kuliah. Yang aku gak suka, kenapa mereka harus berusaha sekeras
itu untuk menyadarkanku sedangkan masih ada temen-temen yang lebih butuh
penyadaran. Contohnya nih ada beberapa temen yang addicted banget sama DOTA.
Well, aku gak perlu sebutin nama mereka. Kalau mereka baca pasti mereka sadar
kalau merekalah yang sedang dibahas. Saking addictednya sama DOTA ini, mereka
rela begadang hampir tiap hari, padahal besoknya mereka harus kuliah juga. Nah
ujung-ujungnya karena kecapekan yah bolos deh kuliahnya. Kalau sehari dua hari
sih gak masalah bolos, tapi kalau sampe seminggu kan uda kelewatan. Belum lagi
masalah duit yang harus mereka keluarin setiap main DOTA itu. Mereka kan
mainnya di warnet jadi hitung aja deh kalau sebulan berapa ratus ribu duit
mereka yang terbuang sia-sia.
Aku uda coba ngasi rasionalisasi
ke temen-temenku tentang hal ini. Karena walaupun aku heboh fangirling, aku gak
pernah bolos kuliah dan tugasku juga lancar kok. Aku juga masih ingat sama
agamaku, sama keluarga dan juga sama CEYASUBEK dan FST. Ditambah lagi aku juga
gak ngabisin uang buat hal yang sia-sia. Tapi kenapa mereka maksain banget aku
untuk gak suka EXO lagi padahal ada temen-temen yang harusnya lebih disadarkan.
Apa karena aku cuma sendiri dan temen-temen yang suka DOTA itu lebih banyak?
Yah walaupun begitu aku tau kok tujuan mereka tuh sebenarnya baik banget, cuma
cara penyampaiannya aja yang kurang baik. Ada sih beberapa orang yang emang
buat hatiku sakit banget setiap denger komentar mereka tentang EXO atau apapun yang
berbau Korea. Dan aku juga gak perlu sebutin namanya. Yang aku gak habis pikir,
kenapa dia harus ngasi kritikan padahal dia sama sekali gatau apa-apa. Gini nih
orang yang ngerasa dirinya hebat banget tau segalanya padahal ya ampun, yang
dia tau paling cuma seujung kuku.
Padahal nih dia itu termasuk
salah satu orang yang bisa dibilang aku hormatin, yang bijaksana dan bisa ngasi
nasihat yang baik. Tapi pandanganku tentang dia udah berubah karena dia selalu
bilang jijiklah, muaklah dengan KPOP itu. Ya kalau dia itu emang gak suka KPOP,
ya cukup simpanlah dalam hati atau kalau emang mau ngasi komentar pake bahasa
yang berpendidikan dikit lah. Selain itu, aku juga gak suka sama orang yang
bilang KPOPers itu gak ada rasa nasionalisme-nya. Wah hebat banget ya sampe
bisa bilang begitu. Emang apa sih yang udah anda lakukan untuk Indonesia
tercinta ini sehingga anda dengan gampangnya bilang aku gak punya nasionalisme?
Sejak kapan nasionalisme itu di ukur cuma dari jenis lagu yang di denger. Lagian
yang bilang kayak gitu juga suka dengerin lagu-lagu barat, masih demen beli CD
atau DVD bajakan. Itu yang namanya cinta Indonesia?
Well, walaupun banyak temen-temenku
yang gak setuju dengan perubahanku yang sekarang ini aku gak serta-merta kok
musuhin mereka. Hahaha gilak aja, mereka itu lebih berharga dari KPOP. Ceileh. Tapi
ya aku cukup menahan rasa fangirling aku
di depan mereka. Jadi kayak aku yang biasanya lah, aku yang KPOPer itu uda jadi
alter ego sekarang. Dan aku gak perlu nunjukin alter ego di depan mereka. Bukannya
aku gak pernah takut ya kalau nantinya aku bakal jadi bener-bener over sama hal
ini, tapi aku yakin kok kalau aku bisa ngontrol diriku. I’m a grown up lady
now. Dan satu hal yang pengen aku sampaikan melalui tulisan ini, kita tuh seharusnya bisa menghargai ketertarikan seseorang terhadap sesuatu. Walaupun kita sama sekali gak tertarik akan hal itu. Setiap orang kan punya hobby yang beda-beda. Jangan pernah deh maksain orang lain untuk suka sama sesuatu yang kita sukai. Intinya itu kita harus bisa menghargai perbedaan. Apa gunanya kita mencanangkan UNITY IN DIVERSITY kalau perbedaan sekecil itu aja gak bisa kita tolerir.
Wah cukup sampai disini aja deh
ajang curhat-curhatnya. Gak terasa aku uda nulis sebanyak ini, ntar kalo makin
banyak, orang jadi pada males bacanya. Kalau ada pernyataan atau info yang aku
kasi salah, minta maaf banget. Soalnya pengetahuan aku masih sedikit banget
tentang hal-hal illuminati yang aku sebutin di atas. Dan kalau ada orang yang
tersinggung dengan tulisan ini, yah aku minta maaf juga deh. Padahal niat
sebenarnya emang buat nyinggung. Hahaha tapi mudah-mudahan anda bisa berubah
ya. Thank’s for reading.



