Total Tayangan Halaman

Minggu, 03 Maret 2013

a year can change anything part II

Selamat datang di part II dari cerita ini. hehehe. Kalau di part I aku banyak ngasi penjelasan tentang konsep MV maupun arti lagu MAMA, di part ini aku akan cerita tentang pelajaran apa yang bisa aku ambil dari kesalahpahaman aku ngartiin MV itu sebelumnya dan di part ini mungkin aku akan banyak ngomongin orang-orang yang ada di sekitar aku. Jadi, kalau anda gak yakin akan kuat ngebacanya, mending jangan diterusin deh. Cukup sampai di kalimat ini aja. Tapi aku ngarepinnya sih dibaca sampai habis.
Ada satu pelajaran yang bisa diambil tentang aku yang salah kaprah ngartiin MV MAMA, aku gak boleh sotoy tentang sesuatu yang sebenarnya aku gak terlalu paham. Ya contohnya kayak MV MAMA ini, dengen pengetahuanku yang sangat sedikit tentang illuminati, aku uda sok-sok nge-judge kalau ini boyband illuminati. Tapi beneran deh, ini jadi semacam mental note buat aku dan mudah-mudahan bisa jadi pelajaran buat orang banyak. Kalau kita gak tahu banyak tentang seseorang, jangan pernah judge orang itu beginilah begitulah. Kata-kata don’t judge the book by it’s cover itu emang bener banget. Sama halnya kalau kita lagi ada dalam sebuah diskusi. Kalau kita gak tau apa yang lagi dibicarain atau gak terlalu ngerti sama materi yang lagi dibahas, gak usah ikut-ikutan nyambung deh. Tujuannya apa coba? Mau nyari muka ?(yah ini mah nyepet orang namanya). Hahaha tapi kalau ada yang gak setuju dengan pendapatku ini, it’s your problem not mine.
Julukan boyband illuminati ini ternyata bukan cuma karena EXO make jubah dan melakukan semacam ritual pemujaan gitu di MV MAMA. Tapi juga karena di MV itu ada simbol-simbol yang mengarah ke illluminati. Contohnya pas adegan Kris yang ada di puncak sebuah gedung dan disitu juga ada naganya, trus juga waktu Chanyeol ngeluarin phoenixnya. Kata orang-orang sih naga dan phoenix itu termasuk simbol illuminati. Tapi beneran deh aku baru tau tentang itu dan mungkin juga aku yang salah ngartiin komentar orang ya. Dan setelah aku cari lagi referensi tentang masalah naga dan phoenix itu, ternyata naga itu simbol Emperor di Cina, simbol raja lah kalau bahasa gampangnya. Nah kalau phoenix itu simbol ratu di Korea. Jadi melalui MV ini, SM coba ngejelasin kalo EXO-M itu diibaratkan raja dan EXO-K itu diibaratkan ratu.
Ada juga nih yang nge-judge EXO sebagai boyband illuminati dari teaser-teaser sebelum mereka debut. FYI, sebelum debut EXO ngeluarin 23 teaser. Nah hampir di setiap teaser, selalu ada gerhana. Gatau juga itu gerhana matahari atau gerhana bulan. Dan menurut orang-orang, gerhana itu juga simbol illuminati. Aku makin ga ngerti deh. Atau ada yang ngerti dan bersedia untuk menjelaskannya ke aku? Ya seperti biasa aku coba cari penjelasan tentang hal ini. Kalau kita jelaskan secara ilmiah, gerhana itu kan terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam posisi sejajar atau gimanalah itu urutannya. Ternyata di Korea, matahari itu simbol dari raja dan bulan itu simbol dari ratu. Di Korea juga, istana raja dan ratu itu terpisah, jadi kalau raja dan ratu itu bertemu sesuatu yang sangat luar biasa akan terjadi. Sama seperti gerhana tadi. Coba deh sambungin dengan konsep dimana EXO-M sebagai raja dan EXO-K sebagai ratu. Ketika mereka bertemu atau bisa dibilang tampil sebagai EXO, sesuatu yang sangat luar biasa akan terjadi. Gerhana itu cuma sebagai perumpamaannya.
Setelah rasa penasaran tentang lagu dan MV MAMA terpuaskan, aku jadi bener-bener suka lagunya, tapi yang versi Korea ya. Waktu itu aku belum tahu kalau ternyata ada EXO-M juga. Nah ceritanya aku tau EXO-M juga cukup unik. Karena aku uda suka banget sama lagu MAMA, aku minta tolong sama temenku buat download–in lagunya. Dan ternyata lagu yang terdownload itu versi Mandarinnya. Aku pikir ‘oh mungkin mereka emang ngeluarin lagunya dalam dua bahasa’ (balik lagi nih sotoynya). Tapi setelah aku denger berulang-ulang, kok suara penyanyinya beda ya. Karena penasaran lagi ya akhirnya aku harus nyari info yang lebih mendetail lagi tentang grup ini. Setelah itu aku baru tau kalau ada EXO-K dan EXO-M.
Ketertarikanku sama EXO bukan cuma sebatas MV yang dibilang illuminati itu, tapi masih banyak alasan lain yang buat aku rela di invasi sama 12 alien itu. Salah satunya karena ehem mereka cakep-cakep banget.  Dan yah anda tahu siapa member pertama yang aku suka? Kai. Saat itu aku mikir ini cowok manly banget. Ternyata Kai emang cocok jadi face of the group karena dia bisa menarik perhatian orang banyak. Terbukti orang-orang yang familiar dengan EXO pasti bilang ‘aku sukanya Kai’. Ya iyalah karena di MV dia yang paling sering muncul. Nah setelah aku hafal dengan semua member EXO, bias aku jadi berubah nih. Karena setelah aku pikir, kok makin lama Kai ini makin (maaf ya yang biasnya kai maaf banget) ngebosenin. Dan berpalinglah aku ke Luhan. Sumpah ini cowok uda hampir 23 tahun tapi mukanya kayak anak 15 tahun. Ya hubunganku dengan Luhan berjalan cukup lama. Tapi sayangnya harus berakhir sama seperti Kai karena yah aku udah nemu yang baru. Maaf ya Lulu. Hahahaha
Setelah dari EXO-K nyebrang ke EXO-M, ternyata takdir menentukanku untuk balik ke EXO-K lagi. Dan member yang beruntung itu adalah Park Chanyeol. Awalnya sih aku gak terlalu suka sama si happy virus ini karena yah dia berisik banget ya ampun. Dengan suara seberat itu kenapa dia masih suka teriak-teriak sih. Nah ini kejadian yang sering banget terjadi sama aku. rasa gak suka aku itu ternyata gampang banget berubah jadi rasa suka. Banyaklah contohnya. Kayak dulu aku pernah benci banget sama satu cowok, tapi akhirnya aku jadi suka sama dia. Walaupun gak sempat jadian (loh kok malah curhat). Tapi itu uda lama banget. Lama banget. Jadi kalau ada yang ngerasa ini tentang dia, maaf ya sebaiknya anda kurangi rasa ge-er anda itu. Dan jadilah aku suka sama si happy virus ini. Soalnya dia emang bisa nyebarin virus bahagia dengan hanya ngeliat dia ketawa. Tapi sesuka-sukanya aku sama Chanyeol, karena WE ARE ONE aku juga suka kok semua member EXO.
Well perubahan aku yang tiba-tiba jadi suka KPOP ternyata diperhatiin sama temen-temenku. Aku juga bingung, darimana mereka bisa tahu kalau aku suka banget sama EXO. Padahal aku gak pernah memproklamirkan kalau aku uda jadi KPOPer. Menurut aku sih karena sifat aku yang sedikit berubah. Selama ini mereka ngeliat sosok Jani yang cool (uhuk uhuk), ga banyak omong trus tiba-tiba jadi kayak anak yang baru puber. Yah mungkin juga karena mereka liat di setiap twitan aku yang mulai berubah pembahasannya. Dan anda tahu apa yang mereka lakukan setelah tahu kalau aku sekarang adalah KPOPer? Aku di bully terus-terusan. Haaha lebay. Enggak kok, enggak terus-terusan maksudnya. Tapi yah mereka selalu bilang ‘tobatlah jen’. Apa coba yang harus ditobatkan? Emang aku uda jadi orang kafir? Astaghfirullah. Lagian mereka gak tau sih apa pendapat psikolog tentang orang-orang yang attached ke KPOP. Nih aku kasi hasil penelitiannya.


Tapi aku mikir positif aja, mereka ngelakuin itu karena mereka takut aku jadi over fangirling-nya, terus lupa deh sama kuliah. Yang aku gak suka, kenapa mereka harus berusaha sekeras itu untuk menyadarkanku sedangkan masih ada temen-temen yang lebih butuh penyadaran. Contohnya nih ada beberapa temen yang addicted banget sama DOTA. Well, aku gak perlu sebutin nama mereka. Kalau mereka baca pasti mereka sadar kalau merekalah yang sedang dibahas. Saking addictednya sama DOTA ini, mereka rela begadang hampir tiap hari, padahal besoknya mereka harus kuliah juga. Nah ujung-ujungnya karena kecapekan yah bolos deh kuliahnya. Kalau sehari dua hari sih gak masalah bolos, tapi kalau sampe seminggu kan uda kelewatan. Belum lagi masalah duit yang harus mereka keluarin setiap main DOTA itu. Mereka kan mainnya di warnet jadi hitung aja deh kalau sebulan berapa ratus ribu duit mereka yang terbuang sia-sia.
Aku uda coba ngasi rasionalisasi ke temen-temenku tentang hal ini. Karena walaupun aku heboh fangirling, aku gak pernah bolos kuliah dan tugasku juga lancar kok. Aku juga masih ingat sama agamaku, sama keluarga dan juga sama CEYASUBEK dan FST. Ditambah lagi aku juga gak ngabisin uang buat hal yang sia-sia. Tapi kenapa mereka maksain banget aku untuk gak suka EXO lagi padahal ada temen-temen yang harusnya lebih disadarkan. Apa karena aku cuma sendiri dan temen-temen yang suka DOTA itu lebih banyak? Yah walaupun begitu aku tau kok tujuan mereka tuh sebenarnya baik banget, cuma cara penyampaiannya aja yang kurang baik. Ada sih beberapa orang yang emang buat hatiku sakit banget setiap denger komentar mereka tentang EXO atau apapun yang berbau Korea. Dan aku juga gak perlu sebutin namanya. Yang aku gak habis pikir, kenapa dia harus ngasi kritikan padahal dia sama sekali gatau apa-apa. Gini nih orang yang ngerasa dirinya hebat banget tau segalanya padahal ya ampun, yang dia tau paling cuma seujung kuku.
Padahal nih dia itu termasuk salah satu orang yang bisa dibilang aku hormatin, yang bijaksana dan bisa ngasi nasihat yang baik. Tapi pandanganku tentang dia udah berubah karena dia selalu bilang jijiklah, muaklah dengan KPOP itu. Ya kalau dia itu emang gak suka KPOP, ya cukup simpanlah dalam hati atau kalau emang mau ngasi komentar pake bahasa yang berpendidikan dikit lah. Selain itu, aku juga gak suka sama orang yang bilang KPOPers itu gak ada rasa nasionalisme-nya. Wah hebat banget ya sampe bisa bilang begitu. Emang apa sih yang udah anda lakukan untuk Indonesia tercinta ini sehingga anda dengan gampangnya bilang aku gak punya nasionalisme? Sejak kapan nasionalisme itu di ukur cuma dari jenis lagu yang di denger. Lagian yang bilang kayak gitu juga suka dengerin lagu-lagu barat, masih demen beli CD atau DVD bajakan. Itu yang namanya cinta Indonesia?
Well, walaupun banyak temen-temenku yang gak setuju dengan perubahanku yang sekarang ini aku gak serta-merta kok musuhin mereka. Hahaha gilak aja, mereka itu lebih berharga dari KPOP. Ceileh. Tapi  ya aku cukup menahan rasa fangirling aku di depan mereka. Jadi kayak aku yang biasanya lah, aku yang KPOPer itu uda jadi alter ego sekarang. Dan aku gak perlu nunjukin alter ego di depan mereka. Bukannya aku gak pernah takut ya kalau nantinya aku bakal jadi bener-bener over sama hal ini, tapi aku yakin kok kalau aku bisa ngontrol diriku. I’m a grown up lady now. Dan satu hal yang pengen aku sampaikan melalui tulisan ini, kita tuh seharusnya bisa menghargai ketertarikan seseorang terhadap sesuatu. Walaupun kita sama sekali gak tertarik akan hal itu. Setiap orang kan punya hobby yang beda-beda. Jangan pernah deh maksain orang lain untuk suka sama sesuatu yang kita sukai. Intinya itu kita harus bisa menghargai perbedaan. Apa gunanya kita mencanangkan UNITY IN DIVERSITY kalau perbedaan sekecil itu aja gak bisa kita tolerir.
Wah cukup sampai disini aja deh ajang curhat-curhatnya. Gak terasa aku uda nulis sebanyak ini, ntar kalo makin banyak, orang jadi pada males bacanya. Kalau ada pernyataan atau info yang aku kasi salah, minta maaf banget. Soalnya pengetahuan aku masih sedikit banget tentang hal-hal illuminati yang aku sebutin di atas. Dan kalau ada orang yang tersinggung dengan tulisan ini, yah aku minta maaf juga deh. Padahal niat sebenarnya emang buat nyinggung. Hahaha tapi mudah-mudahan anda bisa berubah ya. Thank’s for reading.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar