Total Tayangan Halaman

Minggu, 11 Maret 2012

My Mom is My Hero

Ketika kecil, kita semua pasti punya pahlawan super yang selalu kita idolakan. Baik itu pahlawan yang ada di kartun ataupun yang ada di film-film. Bahkan mungkin sekarang kita masih mengidolakannya. Superman, Spiderman, Iron Man, Hulk, Wonder Woman, Captain America ataupun Cat Woman adalah sosok super hero yang sudah sering kali kita dengar namanya. Poster, action figure, komik, dan koleksi film dari tokoh-tokoh super hero itu masih ada di kamar kita kan? Begitu juga aku, sejak kecil pahlawan yang aku idolakan adalah Spiderman. Alasannya karena Spiderman lebih masuk akal ketimbang Superman. Setidaknya itu menurut aku. Kenyataan bahwa Superman bisa terbang dan tubuhnya kebal terhadap semua senjata yang buat Superman itu terlalu mengada-ada. Sedangkan Spiderman hanyalah manusia biasa yang terkena gigitan laba-laba sehingga dia memiliki jaring seperti laba-laba yang membuat dia bisa bergelantungan di gedung-gedung. Dan tentunya sebagai manusia biasa Spiderman juga bisa terluka.
    Dari penjelasan di atas kita bisa membuat paradigma bahwa yang dinamakan Super hero adalah seseorang dengan kemampuan super dan biasanya memakai seragam yang mencolok. Seseorang yang tugasnya membantu warga kota dari para penjahat dan menjaga keamanan kota tersebut. Dan tentunya mereka semua hanyalah tokoh fiksi yang dibuat oleh seorang manusia biasa. Mereka tidak nyata, tidak ada di sekitar kita dan tidak memiliki kehidupan normal seperti kita. Lalu, apakah sosok pahlawan itu harus memiliki ciri-ciri seperti yang ada di film atau di komik? Haruskah mereka memakai seragam dan haruskan mereka kebal terhadap senjata?  Menurut saya tidak. Pahlawan adalah seseorang yang selalu ada saat kita butuhkan. Seseorang yang selalu melindungi kita dari orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap kita dan seseorang yang melakukan semua hal tersebut tanpa pamrih.
    IBU. Sebuah kalimat yang hanya terdiri dari 3 kata namun memiliki berjuta-juta makna. Ketika kata tersebut diucapkan, banyak hal yang terlintas di benak kita. Mulai dari sosok perempuan yang melahirkan kita, menyusui dan merawat dari kecil hingga dewasa. Juga sosok perempuan yang mendidik kita, mengajari kita untuk makan dan minum, mengajari kita untuk berjalan dan berbicara, dan masih banyak lagi jasa ibu yang tidak dapat kita sebutkan satu persatu.
    Bagiku ibu lebih dari itu. Ibuku adalah sosok pelindung yang selalu sedia saat aku membutuhkannya. Sosok yang telah mengajarkanku banyak hal, mendukung semua yang aku lakukan dan tidak pernah menghakimiku ketika aku melakukan kesalahan. Ibuku akan membelaku walaupun seluruh dunia menentangku. Ibuku akan tetap berada disampingku ketika semua orang membenciku dan ibuku akan tetap memaafkanku walalupun aku melakukan kesalahan yang sangat besar. Ibuku juga tetap mendukungku ketika tidak satu orang pun di dunia ini percaya aku mampu melakukannya. Ibuku juga rela mengalah demi keegoisanku. Ibuku juga tetap percaya padaku walau aku telah berulang kali mengecewakannya. Begitu banyak hal yang telah beliau lakukan yang tidak akan mampu kubalas walau dengan berlian berharga miliaran juta rupiah.
    Tapi, apakah aku sudah pantas mengaku sebagai anaknya? Aku yang selalu mengecewakannya, perkataan dan perbuatanku yang terkadang menyakiti hatinya walaupun tanpa sengaja melakukannya. Ibuku yang telah mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanku, terbangun dari tidurnya karena tangisku di tengah malam, merawatku hingga beliau tidak pernah merawat dirinya sendiri, dan bekerja keras hanya untuk menyekolahkanku. Lalu, apa yang sudah aku lakukan untuk membahagiakannya? Aku belum mampu melakukan apapun. Aku masih terus mengecewakannya, aku masih membuatnya sedih, aku belum mampu membuatnya tersenyum karena bangga kepadaku. Bangga karena telah melahirkanku dan bangga karena telah merawatku hingga saat ini.
    Aku berjanji akan melakukan segala yang aku mampu untuk membahagiakannya. Aku akan membuatnya bangga dengan segala yang aku bisa. Ibuku adalah pahlawanku yang tidak pernah lelah menolongku, tidak pernah lelah merawatku dan tidak mengharapkan balasan apapun atas semua yang telah dilakukannya. Terima kasih ibu karena sudah mendidikku hingga saat ini. Aku belum bisa memberikan apa-apa untuk membalas jasamu, tapi aku berjanji akan membuatmu bahagia. Semuanya akan aku lakukan demi melihatmu tersenyum.

P.S : Untuk ibuku tercinta Nidhaul Hasanah Sitompul S.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar